Rabu, 16 Maret 2016

PUISI SUARA RAKYAT

KAMU BELUM GAGAL
Oleh : Frans Hairul Khan

Cukup abaikan,jika ombak pantai coba menghempasmu.
Cukup acuhkan,jika halilintar coba hancurkan teras-terasmu.
Cukup tinggalkan,jika lebatnya hujan coba banjiri halamanmu.

Engkau kami pilih untuk lahirkan perubahan..
Tidak untuk kami salahkan..
Engkau kami pilih untuk unjuk ksatria pimpinan..
Tidak untuk kami caci keras..

Kami tau,kalaulah api terpaksa harus kau pegang…
Dengan berkobarnya hutan di tanah riau..
Tapi kami yakin,kalaulah engkau mampu padamkan…
Kami tau,kalau air kini terpaksa harus kau salami…
Dengan muntahnya air bah di ranah minang..
Tapi kami juga yakin,kalaulah engkau juga mampu surutkannya…

Karna kami sabar,kalau ini bukanlah karyamu….
Inilah kehendak sang Kuasa….
Yang ingin merancang negeri yang kau pimpin….
Supaya lebih maju lagi….

Presidenku…..
Ini suara rakyatmu,meski tangan kami terpasung dengan baja….
Namun,do’a kami menetes deras bagai butiran hujan…..
Ini suara rakyatmu,walau suara kami tak terdengar hinggga ke telingamu…..
Tapi,setidaknya harapan besar untuk perubahan negri ini kami pasrahkan padamu….

Presidenku……
Ada banyak celoteh pahit tentangmu…….
Tapi kamu belum gagal…….
Ada banyak pedang kehancuran ingin menghunusmu…….
Tapi kamu belum gagal……

Karna kami tau engkau bekerja untuk negri……
Juga mengayomi kami…….
Presidenku…….
Kamu belum gagal……

PUISI MENYENTUH KALBU



Cinta Seorang Hamba

Asalamualikum Wr.Wb

Layaknya seorang manusia biasa,kita tentu menjalani hidup ini sesuai dengan fitranya masing-masing.
Tak ada keraguan selain itu,melainkan kita harus menghadapi pahitnya kehidupan ini.
Ini tentang.. bagaimana cintamu kepada Sang Kuasa, bagaimana rasa sayangmu pada Sang Pemilik Semesta.
“Ini Cinta Seorang Hamba”
Oleh : Frans Hairul Khan

Pernahkah kita melihat bintang ?
Yang mencintai malamnya dengan kedipan-kedipan mesrahnya.
Pernahkah kita berfikir tentang rembulan ?
Yang mencintai keindahannya pada keutuhan sang purnama.
Sudahkah kita menyadari itu ?  atau bahkan kita lupa ?

Kita ini siapa ?
Kita ini hanyalah manusia  biasa,yang sehrusnya tau bagaimana untuk hidup.
Sadar !!
Kita ini hanyalah seorang hamba, yang seharusnya tau bagaimana menjadi penghamba yang baik.

Lalu kita berjalan maju kedepan, untuk menapaki beberapa liku-liku asam manis kehidupan ini.
Sempat kita menoleh,dan tercengang pada suatu titik, yaitu titik terang dalam gelap.
Ia.. itulah cinta…
Seperti apa cinta yang akan kita berikan ?
Apakah cinta yang hanya cinta jika hanya tampak berwujud.
Apakah cinta yang hanya cinta yang keluar dari bibir saja.
Atau bahkan cinta yang hanya cinta dihati namun tidak tau cara pengungkapannya ?

Mari.. mari.. kita renungkan bersama-sama.
Bagaimana Ia yang mencintai kita dengan menciptakan sang surya untuk temani fajar pagi,teriknya siang,dan bahkan senjanya sore.
Masihkan kita ragu untuk mencintai-Nya ?

Inikah cinta seorang hamba, yang taunya hanya mengeluh setiap saat.
Inikah cinta seorang hamba, yang selalu lupa dari pagi hingga petang dan dari petang hingga pagi kembali.
Ataukah ini bukan cinta seorang hamba, sebab kita tidak tau bagaimana cara mencintai-Nya.

Cukup … cukup …
Harusnya kita sadar !
Kita hanyalah butiran debu di hadapan-Nya.
Dan kita hanyalah setetes air asin di antara ombak-ombak di laut,yang hanya tampak jika lautan mengering.

Maka, seharusnya sudah cukup kita melahap cinta dari-Nya.
Dan  sepantasnya kita membenah diri, untuk selalu mencintai-Nya.
Tuhan… Ampunilah kami..
Jika kami telah lalai..

Wassalamualaikum Wr.Wb…