Rabu, 16 Maret 2016

PUISI MENYENTUH KALBU



Cinta Seorang Hamba

Asalamualikum Wr.Wb

Layaknya seorang manusia biasa,kita tentu menjalani hidup ini sesuai dengan fitranya masing-masing.
Tak ada keraguan selain itu,melainkan kita harus menghadapi pahitnya kehidupan ini.
Ini tentang.. bagaimana cintamu kepada Sang Kuasa, bagaimana rasa sayangmu pada Sang Pemilik Semesta.
“Ini Cinta Seorang Hamba”
Oleh : Frans Hairul Khan

Pernahkah kita melihat bintang ?
Yang mencintai malamnya dengan kedipan-kedipan mesrahnya.
Pernahkah kita berfikir tentang rembulan ?
Yang mencintai keindahannya pada keutuhan sang purnama.
Sudahkah kita menyadari itu ?  atau bahkan kita lupa ?

Kita ini siapa ?
Kita ini hanyalah manusia  biasa,yang sehrusnya tau bagaimana untuk hidup.
Sadar !!
Kita ini hanyalah seorang hamba, yang seharusnya tau bagaimana menjadi penghamba yang baik.

Lalu kita berjalan maju kedepan, untuk menapaki beberapa liku-liku asam manis kehidupan ini.
Sempat kita menoleh,dan tercengang pada suatu titik, yaitu titik terang dalam gelap.
Ia.. itulah cinta…
Seperti apa cinta yang akan kita berikan ?
Apakah cinta yang hanya cinta jika hanya tampak berwujud.
Apakah cinta yang hanya cinta yang keluar dari bibir saja.
Atau bahkan cinta yang hanya cinta dihati namun tidak tau cara pengungkapannya ?

Mari.. mari.. kita renungkan bersama-sama.
Bagaimana Ia yang mencintai kita dengan menciptakan sang surya untuk temani fajar pagi,teriknya siang,dan bahkan senjanya sore.
Masihkan kita ragu untuk mencintai-Nya ?

Inikah cinta seorang hamba, yang taunya hanya mengeluh setiap saat.
Inikah cinta seorang hamba, yang selalu lupa dari pagi hingga petang dan dari petang hingga pagi kembali.
Ataukah ini bukan cinta seorang hamba, sebab kita tidak tau bagaimana cara mencintai-Nya.

Cukup … cukup …
Harusnya kita sadar !
Kita hanyalah butiran debu di hadapan-Nya.
Dan kita hanyalah setetes air asin di antara ombak-ombak di laut,yang hanya tampak jika lautan mengering.

Maka, seharusnya sudah cukup kita melahap cinta dari-Nya.
Dan  sepantasnya kita membenah diri, untuk selalu mencintai-Nya.
Tuhan… Ampunilah kami..
Jika kami telah lalai..

Wassalamualaikum Wr.Wb…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar